AJN - BANDA ACEH, Balai Besar POM di Banda Aceh menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Penanganan Sampel Kejadian Luar Biasa Keracunan Pangan (KLB-KP) bagi Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se-Provinsi Aceh pada Selasa (24/02/2026). Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dan dibuka secara resmi oleh Kepala BBPOM Aceh, Riyanto untuk meningkatkan efektivitas penanganan sampel KLB-KP.
Sebanyak 142 peserta mengikuti kegiatan ini, yang terdiri dari perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se-Aceh, penanggung jawab dan PIC KLB Keracunan Pangan di tingkat kabupaten/kota serta puskesmas. Turut hadir Kepala Loka POM di Aceh Tengah, Bambang Hermanto, dan Kepala Loka POM di Aceh Selatan, Indera Permana.
Hadir sebagai narasumber utama, Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Muda Direktorat Pengawasan Peredaran Pangan Olahan BPOM RI, Fatati, selaku Ketua Tim Surveilan Keamanan Pangan dan Jejaring Pengawasan Pangan, yang memaparkan materi terkait prosedur penanganan sampel KLB-KP secara komprehensif, mulai dari pengambilan, pengemasan, pengiriman, hingga kelengkapan dokumen pendukung.
Dalam sambutannya, Riyanto menekankan bahwa peningkatan kualitas penanganan sampel merupakan kunci dalam mempercepat penetapan penyebab keracunan dan langkah pencegahan ke depan.
“Belum genap dua bulan di tahun 2026, kita telah mencatat tiga kasus KLB Keracunan Pangan di Aceh. Ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa respons harus cepat, terukur, dan terkoordinasi. Sampel yang tepat, dikemas dengan benar, serta dilengkapi dokumen yang lengkap adalah kunci agar laboratorium dapat memberikan hasil yang valid dan akurat,” tegas Riyanto.
Ia juga menyoroti sejumlah tantangan yang selama ini dihadapi, seperti sampel yang terlambat dikirim, tidak dilengkapi dokumen kronologis, hingga kondisi sampel yang rusak akibat pengemasan dan pengiriman yang tidak sesuai standar.
“Kita adalah satu garis perlindungan masyarakat. Laboratorium siap bekerja cepat dan profesional, namun keberhasilan penanganan KLB sangat bergantung pada ketepatan dan kualitas sampel yang dikirimkan sejak awal,” tambahnya.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta. Diskusi dan sesi tanya jawab dimanfaatkan secara aktif untuk membahas berbagai kendala teknis di lapangan, khususnya terkait jarak pengiriman sampel dari daerah yang jauh, penggunaan media pendingin, serta peran Tim Gerak Cepat (TGC) KLB di masing-masing kabupaten/kota.
Melalui sosialisasi ini, BBPOM Aceh berharap standar penanganan sampel KLB-KP di seluruh Aceh dapat meningkat secara merata dan terstandar, sehingga upaya perlindungan masyarakat dari risiko keracunan pangan semakin optimal.
Sebagai penutup, Riyanto secara resmi membuka kegiatan dengan harapan agar semangat Ramadhan menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam menjalankan tugas mulia melindungi masyarakat Aceh dari ancaman keracunan pangan.


