AJN - BANDA ACEH, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Dr. Mujiburrahman, bersama Rektor Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Dr. Mirza Tabrani, meluangkan waktu untuk mendengar langsung aspirasi dan masukan dari masyarakat terkait arah pengembangan pendidikan di Aceh.
Kedua pimpinan perguruan tinggi terkemuka itu duduk bersama dalam suasana santai dan akrab di Warung Kopi Bang Pen, Banda Aceh, Selasa (21/7/2026). Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan menjadi ruang dialog terbuka untuk menghimpun berbagai pandangan masyarakat mengenai tantangan hingga harapan terhadap dunia pendidikan di daerah ini.
Beragam isu strategis turut dibahas, mulai dari kendala pengembangan kualitas sumber daya manusia, hingga ekspektasi masyarakat agar perguruan tinggi lebih responsif menjawab kebutuhan pembangunan Aceh yang berkelanjutan.
Prof. Mujiburrahman menegaskan bahwa komunikasi langsung dengan masyarakat adalah kebutuhan mendasar, agar perguruan tinggi tidak terlepas dari realitas dan persoalan yang dihadapi masyarakat luas.
“Perguruan tinggi tidak boleh berjarak dengan masyarakat. Masukan yang disampaikan hari ini menjadi bahan sangat berharga bagi kami dalam merumuskan langkah kerja dan kontribusi yang lebih relevan demi kemajuan pendidikan Aceh,” ujarnya.
Sementara itu, Prof. Mirza Tabrani menambahkan, perguruan tinggi memikul tanggung jawab besar untuk terus membangun jembatan komunikasi yang kuat dengan semua elemen masyarakat. Dialog semacam ini dinilai penting untuk memperkokoh kebersamaan sekaligus mempererat kemitraan strategis antara kampus dan masyarakat.
Pertemuan ini sekaligus menjadi wujud nyata upaya menjaga ukhuwah antarlembaga, serta memperkuat sinergi kedua perguruan tinggi dalam memajukan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat Aceh.


