AJN - BANDA ACEH, Menyambut awal Tahun Ajaran 2026–2027, Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Aceh, Budi Afrizal, S.KM., M.KM., meluncurkan ajakan khusus bagi para orang tua, dengan fokus utama mendorong keterlibatan para ayah untuk mengantarkan anak mereka ke sekolah. Langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan nyata terhadap keberlangsungan pendidikan serta tumbuh kembang mental anak.
Menurut Budi Afrizal, momen hari pertama sekolah bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan titik krusial dalam psikologi anak. Kehadiran sosok ayah di gerbang sekolah memberikan dampak emosional yang signifikan bagi sang buah hati.
"Kehadiran ayah di momen penting seperti hari pertama sekolah mampu memberikan suntikan motivasi, meningkatkan rasa percaya diri, sekaligus membangun semangat belajar yang tinggi bagi anak dalam memulai tahun ajaran baru," ujar Budi Afrizal saat diwawancarai di Banda Aceh, Rabu (8/7/2026).
Lebih lanjut, Budi menekankan bahwa keterlibatan ayah dalam pendidikan anak sering kali terlupakan karena tuntutan kesibukan atau pembagian peran domestik yang tradisional. Padahal, peran ayah sangat vital dalam membentuk karakter, memberikan dukungan emosional, dan memastikan anak merasa didampingi dalam meraih masa depan yang lebih baik.
Gerakan ini diharapkan tidak berhenti pada hari pertama masuk sekolah saja, tetapi menjadi titik awal keterlibatan aktif ayah dalam memantau perkembangan pendidikan anak secara berkelanjutan.
"Mari kita bersama-sama menyukseskan Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah. Pendidikan adalah investasi jangka panjang, dan kehadiran orang tua adalah fondasi utama bagi anak untuk tumbuh menjadi generasi yang tangguh, berkarakter, dan berdaya saing," tambahnya.
Dinas Sosial Aceh terus berkomitmen untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pola asuh yang melibatkan kedua orang tua secara proporsional. Dengan sinergi antara rumah dan sekolah yang kuat, diharapkan kualitas pendidikan dan karakter anak-anak di Aceh dapat meningkat secara signifikan di tahun ajaran baru ini.
Gerakan ini juga menjadi ajakan bagi seluruh elemen masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan pendidikan dan kesejahteraan psikologis anak.


