AJN - BANDA ACEH, Di negeri bernama Kota Lembah, ada sebuah istana tempat para pelayan bekerja melayani warga.
Ada seorang pejabat bernama Si Buntal Matdol, yang dipercaya Raja untuk menjaga kereta‑kereta milik istana. Kereta itu bukan milik Si Buntal Matdol, melainkan harta istana untuk dipakai semua pelayan yang mendapat izin Raja untuk mengembara ke luar kota.
Suatu hari, ada seorang pelayan muda yang hendak mengembara ke desa jauh. Ia sudah meminta izin kepada Penjaga Umum istana dan Raja sendiri, lalu kedua pemimpin itu mengizinkannya memakai salah satu kereta.
Pelayan itu lalu menghubungi Si Buntal Matdol berkali‑kali untuk mengambil kereta. Walaupun terlihat tanda‑tanda Si Buntal Matdol sedang ada di sekitar istana, ia tidak menjawab sama sekali.
Di dalam hati Si Buntal Matdol, ia mulai berpikir: “Kereta‑kereta ini selalu ada di bawah pengawasanku, jadi seolah‑olah milikku sendiri.” Ia lupa bahwa ia hanya dipercaya menjaganya, bukan memilikinya.
Pelayan muda itu kemudian melaporkan hal ini kepada Penjaga Umum istana. Penjaga Umum pun mencari‑cari keberadaan Si Buntal Matdol lalu berkata dengan nada tegas: “Semua kereta adalah harta istana, bukan milik siapa pun yang menjaganya. Ingatlah amanah yang diberikan Raja kepadamu!”
Hikmah yang bisa diambil dari cerpen tersebut: Orang yang diberi kepercayaan tetapi merasa segala sesuatu di bawah tanggung jawabnya adalah milik sendiri, akan kehilangan kepercayaan itu pada akhirnya.


