AJN - ACEH BARAT, Jum'at (28 November 2025 ) Banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat telah menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur di wilayah tersebut. Empat jembatan gantung, yaitu Canggai, Jambak, Lawet, dan Ketambang, mengalami kerusakan parah akibat banjir.
Selain itu, jalan Jambak-Sikundo juga putus total sepanjang 400 meter, sehingga akses warga terputus. Sejumlah ruas jalan lainnya di daerah Canggai, Lawet, dan Ketambang juga putus dengan perkiraan secara total mencapai 20 meter hingga 100 meter.
Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, Kurdi, menyebutkan bahwa banjir bandang tersebut merupakan banjir terparah sepanjang tahun. Timnya telah melakukan survei dan akan segera melakukan perbaikan darurat untuk memulihkan akses jalan dan jembatan yang rusak.
"Saat ini, kita sedang melakukan pemetaan agar sejumlah alat berat dapat diturunkan untuk menangani jalan putus di wilayah itu sehingga bisa kembali dilintasi warga," kata Kurdi.
Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Aceh Barat, kerugian total akibat banjir ini mencapai 32 miliar. "Kerugian kita sedang menghitung. Tapi kalau kita lihat itu empat jembatan gantung sekitar 12 miliar, terus ada jalan hampir satu kilo kemudian bronjong yang sudah ada dan sebagainya perkiraan awal hari ini kita mengindentifikasi hampir ada sekitar 20 miliar," imbuhnya.
Pemerintah Aceh telah menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi selama 14 hari, mulai 28 November hingga 11 Desember 2025, untuk mempercepat penanganan dan pemulihan. Kementerian PU juga telah mengerahkan 31 unit alat berat untuk membantu penanganan darurat dan memulihkan akses jalan yang terputus.


