AJN - BANDA ACEH, Bupati Aceh Besar bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Aceh Besar melakukan kunjungan kerja ke kantor BWS Sumatera I. Kunjungan ini bertujuan memperkuat koordinasi terkait penanganan pengendalian banjir dan perbaikan jaringan irigasi. Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional di wilayah Aceh Besar. Pertemuan berlangsung dalam suasana dialogis dan konstruktif. Senin ( 5/1/2026 )
Koordinasi ini menjadi penting setelah Aceh mengalami musibah banjir pada akhir tahun lalu. Peristiwa tersebut menyebabkan sejumlah tanggul dan saluran sungai mengalami kerusakan. Pemerintah daerah berharap adanya langkah pengamanan tanggul, perbaikan struktur yang rusak, serta normalisasi sungai. Langkah ini dinilai krusial untuk mengurangi risiko banjir berulang di wilayah rawan.
Aceh Besar diketahui memiliki dua daerah irigasi besar yang menjadi penopang sektor pertanian. Kedua daerah irigasi tersebut adalah D.I. Krueng Aceh/Leubok dengan luas layanan sekitar 7.884 hektare dan D.I. Krueng Jreu/Keuliling seluas kurang lebih 4.156 hektare. Keberadaan jaringan irigasi ini sangat menentukan keberlanjutan produksi pertanian. Namun, kondisi sebagian saluran saat ini memerlukan penanganan serius.
Dalam pertemuan tersebut juga dibahas banyaknya saluran irigasi yang mengalami kerusakan akibat usia bangunan dan dampak banjir. Kerusakan ini berdampak langsung terhadap distribusi air ke lahan pertanian. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan penanganan yang terintegrasi antara pemerintah daerah dan BWS Sumatera I. Sinkronisasi program menjadi kunci agar penanganan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Aceh Besar memiliki areal persawahan yang luas dan berperan strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Melalui koordinasi ini, diharapkan perbaikan irigasi dan pengendalian banjir dapat segera direalisasikan. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian. Dengan infrastruktur sumber daya air yang andal, ketahanan pangan nasional dapat terjaga secara berkelanjutan.


