AJN - BANDA ACEH, Dinas Peternakan Aceh memastikan ketersediaan hewan ternak untuk kebutuhan meugang dan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah dalam kondisi aman dan mencukupi. Pemerintah juga menjamin seluruh hewan kurban yang dipasarkan telah melalui proses pemeriksaan kesehatan dan memenuhi syarat syariat Islam.
Kepala Dinas Peternakan Aceh, drh. Safridhal, mengatakan pihaknya telah melakukan pendataan serta pengecekan langsung ke lapangan terhadap seluruh ternak yang akan dipasarkan pada meugang tanggal 25 hingga 26 Mei 2026.
“Tim kami sudah turun langsung melakukan verifikasi di lapangan. Hewan ternak yang tersedia dipastikan memenuhi kriteria hewan kurban yang sehat, layak, dan sesuai ketentuan syariat. Kami ingin masyarakat merasa aman dan nyaman saat membeli hewan kurban,” ujar Safridhal saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (18/5/2026).
Menurutnya, hewan kurban yang dinyatakan layak harus memenuhi sejumlah kriteria penting, di antaranya sehat, tidak cacat, tidak kurus, tidak buta, serta tidak putus telinga maupun ekor. Hewan juga wajib memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) yang dikeluarkan dokter hewan berwenang atau otoritas veteriner.
Selain itu, umur hewan juga harus memenuhi standar, yakni kambing minimal satu tahun, domba minimal enam bulan, serta sapi dan kerbau minimal dua tahun. Hewan kurban yang sehat juga ditandai dengan gerakan aktif dan alami, mata bersinar, bulu yang bagus, tubuh gagah, bergairah, serta cermin hidung yang basah.
“Ciri-ciri fisik hewan sangat penting diperhatikan masyarakat. Jangan hanya melihat ukuran tubuh, tetapi pastikan ternak benar-benar sehat dan memiliki surat pemeriksaan resmi,” tegasnya.
Berdasarkan data Dinas Peternakan Aceh, jumlah sapi jantan yang tersedia mencapai 14.336 ekor, sapi betina tidak produktif 2.300 ekor, serta sapi Australia sebanyak 496 ekor. Sementara kerbau jantan tercatat 5.564 ekor dan kerbau betina tidak produktif sebanyak 1.462 ekor. Total keseluruhan stok sapi dan kerbau mencapai 24.158 ekor.
Harga sapi dan kerbau diperkirakan berkisar antara Rp180 ribu hingga Rp200 ribu per kilogram, tergantung kondisi pasar di masing-masing kabupaten/kota.
Untuk ternak kambing dan unggas, tersedia kambing jantan sebanyak 16.776 ekor dan domba jantan sebanyak 5.467 ekor. Sementara stok ayam mencapai 1.508.156 ekor.
Harga kambing dan domba diperkirakan berada pada kisaran Rp120 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram. Sedangkan harga ayam potong berkisar Rp75 ribu hingga Rp170 ribu per ekor, dan ayam buras diperkirakan mencapai Rp70 ribu hingga Rp250 ribu per ekor, tergantung daerah dan kualitas ternak.
Safridhal menambahkan, pengawasan distribusi dan kesehatan ternak akan terus dilakukan hingga pelaksanaan Iduladha guna memastikan seluruh hewan yang beredar di pasaran dalam kondisi aman, sehat, utuh, dan halal.


