AJN - BANDA ACEH, Kepala Dinas Sosial Aceh, Budi Afrizal, S.KM., M.KM., menghadiri kegiatan “Kampanye Pemuda Aceh Peduli Lingkungan” yang digelar oleh Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Aceh Tenggara (IPMAT) Banda Aceh, Kamis (14/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di kawasan Hutan Kota Tibang, Banda Aceh, ini menjadi bukti nyata kepedulian generasi muda terhadap kelestarian alam dan perubahan iklim.
Acara ini mendapat dukungan penuh serta disponsori oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh, sebagai bagian dari upaya pengembangan karakter pemuda yang aktif, responsif, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan sekitar.
Dalam kesempatan tersebut, Budi Afrizal hadir bersama sejumlah perwakilan unsur pemerintah, organisasi kepemudaan, mahasiswa, pelajar, serta berbagai komunitas peduli lingkungan. Suasana kegiatan berlangsung penuh semangat kebersamaan, diwarnai dengan rangkaian acara edukatif hingga aksi nyata di lapangan yang mencerminkan tingginya kepedulian sosial para peserta.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan pembukaan acara, yang kemudian disemarakkan dengan penampilan seni budaya Aceh, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dan doa bersama. Puncak acara diisi dengan deklarasi serta penandatanganan petisi “Pemuda Aceh Peduli Lingkungan”, sebagai bentuk ikrar dan komitmen bersama dalam menjaga bumi serta kelestarian lingkungan hidup.
Budi Afrizal menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif IPMAT Banda Aceh yang telah menghadirkan ruang edukasi sekaligus wadah aksi nyata bagi generasi muda. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan bukan sekadar menjaga keindahan alam, melainkan langkah strategis dan penting dalam upaya mitigasi bencana alam.
“Lingkungan yang bersih, sehat, dan terjaga kelestariannya akan memberikan dampak positif langsung bagi kualitas hidup masyarakat, sekaligus menjadi warisan berharga yang bisa kita serahkan kepada generasi mendatang,” ujar Budi Afrizal dalam sambutannya.
Ia menegaskan kembali bahwa peran pemuda memegang peranan sangat sentral dalam membangun kesadaran sosial di tengah masyarakat. Kegiatan seperti ini dinilainya sebagai langkah positif yang efektif untuk menumbuhkan semangat gotong royong, kepedulian, dan rasa tanggung jawab bersama terhadap alam Aceh.
“Menjaga lingkungan hidup bukanlah tanggung jawab pemerintah semata, melainkan tugas kita semua. Di sinilah letak pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda yang memiliki energi, kreativitas, dan semangat perubahan yang luar biasa,” tambahnya.
Menutup rangkaian acara, seluruh peserta melakukan aksi penanaman pohon secara simbolis di kawasan Hutan Kota Tibang, yang dilanjutkan dengan gerakan bersih lingkungan bersama-sama. Aksi ini menjadi simbol nyata komitmen kolektif dalam menjaga kebersihan, keasrian, dan keberlanjutan lingkungan hidup di Provinsi Aceh.


