terkini

Iklan

Irwansyah Soroti Sindikat Pengemis dan Maraknya Narkoba di Banda Aceh, Desak Penertiban dan Sinergi Semua Pihak

Zulfitri ( Admin )
30 Juli 2026, 10.25 WIB Last Updated 2026-07-30T03:25:50Z

 



AJN - BANDA ACEH, Ketua DPRK Kota Banda Aceh, Irwansyah, menggelar _coffee morning_ bersama insan pers di Gunongan Kopi, Rabu (29/7/2026). Dalam suasana santai, sejumlah persoalan Kota Banda Aceh dibahas mulai dari lingkungan, tata ruang, anak jalanan, pendidikan, hingga maraknya narkoba dan judi online.


Salah satu isu yang menjadi perhatian serius adalah meningkatnya jumlah pengemis di Kota Banda Aceh.


Menurut Irwansyah, keberadaan pengemis sudah sangat meresahkan dan harus segera ditertibkan serta dibina oleh pemerintah terkait.


“Dominan pengemis tersebut bukan berasal dari Kota Banda Aceh, tetapi dari luar daerah. Penghasilan mereka dalam sehari bisa meraup untung Rp200 ribu sampai Rp300 ribu per hari,” ujarnya.


Ia menduga ada sindikat di balik fenomena ini. Para pengemis disebut dijemput menggunakan becak dan mobil, mulai dari anak-anak, remaja, hingga lansia.


Selain itu, Ketua DPRK juga menyoroti bahaya narkoba yang mengancam generasi muda. Ia khawatir dengan maraknya perkumpulan anak muda hingga larut malam tanpa kegiatan positif.


“Akhir-akhir ini banyak sekali fenomena perkumpulan anak-anak pelajar sampai tengah malam dengan tidak diisi kegiatan positif seperti mengaji, tetapi akan terjadinya pesta seks dan pesta narkoba,” katanya.


Dijelaskannya, Berdasarkan data BNN Kota Banda Aceh Tahun 2025, tercatat 116 kasus pengedar narkoba di wilayah kota.


Irwansyah mengimbau orang tua untuk lebih waspada dan aktif berkomunikasi dengan anak. Jika menemukan aktivitas mencurigakan, segera laporkan ke aparatur gampong, Satpol PP-WH Kota Banda Aceh dan BNN Kota Banda Aceh.


“Pemberantasan narkotika tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum. Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Pemerintah, DPRK, sekolah, keluarga, orang tua dan masyarakat harus bergerak secara bersama-sama,” tegas Irwansyah.


Dalam _coffee morning_ tersebut juga dibahas persoalan balap liar, serta dugaan pelanggaran ketenagakerjaan di salah satu coffee shop di Banda Aceh.


Kegiatan ini merupakan bentuk keterbukaan DPRK dalam menyerap informasi dari media sekaligus membangun sinergi untuk menyelesaikan persoalan kota.

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Irwansyah Soroti Sindikat Pengemis dan Maraknya Narkoba di Banda Aceh, Desak Penertiban dan Sinergi Semua Pihak

Terkini

Topik Populer