AJN - BANDA ACEH, Polda Aceh dan jajaran hingga saat ini telah berhasil membangun sebanyak 221 sumur bor yang tersebar di 18 kabupaten/kota terdampak banjir dan longsor. Secara keseluruhan, pembangunan sumur bor tersebut direncanakan mencapai 300 titik di seluruh wilayah terdampak bencana di Aceh.
Kabupaten Aceh Tamiang menjadi daerah dengan pembangunan terbanyak serta telah dimanfaatkan langsung oleh masyarakat. Selain Aceh Tamiang, sumur bor juga dibangun di Bireuen, Aceh Timur, Aceh Utara, Pidie Jaya, Pidie, Bener Meriah, Aceh Tengah, Nagan Raya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Gayo Lues, Aceh Tenggara, Aceh Jaya, Aceh Barat, serta Kota Lhokseumawe, Kota Subulussalam, dan Kota Langsa.
Pembangunan sumur bor tersebut merupakan bagian dari program pemulihan (recovery) yang terus dilakukan oleh Polda Aceh dan jajaran. Hingga kini, masih terdapat sejumlah sumur bor lainnya yang berada dalam proses pembangunan dan akan segera diselesaikan.
Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk ikut menjaga dan merawat fasilitas sumur bor yang telah dibangun oleh Polda Aceh dan jajaran sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana banjir dan longsor. Partisipasi aktif masyarakat dinilai sangat penting agar bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dan tidak cepat mengalami kerusakan.
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto menyampaikan bahwa pembangunan sumur bor merupakan wujud kehadiran Polri dalam menjawab kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana, khususnya terkait akses terhadap air bersih.
“Kami mohon kepada masyarakat agar ikut menjaga dan merawat bantuan sumur bor yang telah dibangun Polri. Fasilitas ini diperuntukkan bagi kepentingan bersama, sehingga perlu dirawat agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang dan tidak cepat rusak,” ujar Joko, Rabu, 7 Januari 2026.
Ia menegaskan bahwa peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan, mengingat Polri memiliki keterbatasan dalam melakukan pengawasan dan perawatan secara detail di seluruh lokasi sumur bor yang tersebar di berbagai daerah dengan jumlah mencapai ratusan unit.
“Kami sangat membutuhkan dukungan masyarakat. Polri telah berupaya maksimal membangun sumur bor demi kepentingan warga. Jika nantinya terjadi kendala, seperti volume air yang menurun atau habis, silakan disampaikan kepada pihak kepolisian agar dapat diupayakan langkah revitalisasi,” jelasnya.
Joko juga menambahkan bahwa pembangunan sumur bor tersebut dilakukan dengan penuh keikhlasan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat terdampak bencana. Oleh karena itu, ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat memanfaatkan dan menjaga fasilitas tersebut dengan penuh rasa tanggung jawab.
“Tolong dijaga bersama. Kami tentu berharap fasilitas ini dimanfaatkan sebagaimana mestinya, sehingga bantuan kemanusiaan ini dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang,” tegas abituren Akabri 1994 itu.
Terakhir, Joko mengajak masyarakat untuk terus mendukung percepatan pemulihan pascabencana banjir yang sedang dilakukan oleh pemerintah melalui Polri bersama seluruh pemangku kepentingan.


