AJN - BANDA ACEH, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Muhsin, S.Pd.I., M.Pd.I., menyampaikan bahwa pihaknya kini menjadikan penguatan kemandirian ekonomi dayah sebagai salah satu program prioritas untuk dilaksanakan sepanjang tahun 2026 dan seterusnya. Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan koordinasi di Banda Aceh pada akhir Juli, yang terus menjadi fokus utama sepanjang awal Agustus 2026.
Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Pendidikan Dayah Aceh, saat ini terdapat sebanyak 1.827 dayah yang tersebar di 23 kabupaten/kota se-Aceh. Namun, belum ada satupun dayah yang dinilai mandiri secara ekonomi; sebagian besar masih bergantung sepenuhnya pada bantuan pemerintah dan sumbangan masyarakat.
"Ke depan, kita ingin dayah-dayah di Aceh mampu lebih mandiri. Mereka bisa menjalankan proses pembelajaran dan memberikan insentif kepada tenaga pengajar tanpa harus terus bergantung pada bantuan pemerintah semata," tegas Muhsin.
Dinas Pendidikan Dayah Aceh kini sedang menyusun peta jalan pemberdayaan ekonomi dayah dengan memanfaatkan potensi lahan pertanian, perkebunan, serta usaha produktif yang dapat dikelola oleh masing-masing dayah sesuai kondisi dan potensi wilayah. Program ini diharapkan mulai bergulir secara bertahap pada pertengahan tahun 2026 dan terus diperluas hingga menjangkau seluruh dayah di Aceh.

.jpeg)
