AJN - BANDA ACEH, Dua tokoh pendidikan tinggi di Aceh, Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh Prof. Dr. Mujiburrahman, M.Ag., dan Rektor Universitas Syiah Kuala Prof. Dr. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A., menerima prosesi tradisional Peusijuek di Aula Auditorium Prof. Ali Hasymi, UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Sabtu (5/9/2026).
Prosesi penuh makna ini digelar dalam rangkaian pelantikan Pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orda Aceh Besar periode 2026–2031. Tradisi peusijuek menjadi bentuk penghormatan sekaligus harapan dan doa agar kedua rektor senantiasa diberikan keberkahan serta kekuatan dalam menjalankan amanah, serta terus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan di Aceh.
Prosesi peusijuek dilakukan langsung oleh Tgk. H. Muhammad Rijal (Abu Cut Ulee Titi), H. Baba Marwan Abdullah, dan Dr. H. A. Malik Raden, M.M. Turut menyaksikan Bupati Aceh Besar sekaligus Ketua Pembina ICMI Orda Aceh Besar, H. Muharram Idris.
Dalam kesempatan itu, Bupati Muharram Idris menyampaikan bahwa peusijuek bukan sekadar tradisi, melainkan warisan budaya Aceh yang sarat nilai doa, keberkahan, dan penghormatan kepada tokoh-tokoh yang dinilai memiliki peran penting bagi masyarakat.
“Peusijuek ini merupakan bentuk penghormatan sekaligus doa tulus. Kita berharap para tokoh yang di-peusijuek senantiasa diberikan keberkahan dan kekuatan dalam memikul amanah, serta terus memberikan kontribusi terbaik untuk kemajuan Aceh,” ujar Bupati Muharram.
Lebih dari itu, lanjutnya, prosesi ini juga menjadi simbol harapan agar para pemimpin perguruan tinggi terus menyumbangkan pemikiran dan gagasan untuk pembangunan Aceh khususnya dalam penguatan kualitas pendidikan, peningkatan sumber daya manusia, serta lahirnya masyarakat yang berilmu sekaligus berkeadaban.
Kegiatan ini juga mempertegas semangat kolaborasi antara ICMI Orda Aceh Besar dengan para tokoh keilmuan dan institusi pendidikan tinggi di wilayah tersebut. Sinergi ini diharapkan terus terjalin erat untuk melahirkan gagasan dan program-program yang bermanfaat luas bagi masyarakat.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang diisi dengan tausiyah, doa bersama, dan jamuan makan bersama seluruh undangan.


